Deretan warna itu berbaring dengan leganya selama bertahun-tahun tanpa terganggu.Tak pernah ada yang menjamah mereka selainnya. Dia yang pertama kali menemukan mereka di deretan nama – nama yang terkenal dalam mewarnai gambar. Pertama kali dia hanya bisa menatap mereka dan berceloteh dalam hati kecilnya.
“Aaah betapa indahnya baju-baju mereka, tak … tak hanya itu gue pernah mencobanya dari seorang teman, hasil torehan mereka yang tertidur dalam setiap kelompok sangatlah berharga untuk dimiliki. Tidak – tidak hari ini gue membelinya. Akan gue cari cara untuk mendapatkan kalian yang terindah meski dalam kelompok yang terkecil”.
Benar saja rupanya Dia tidak mengambil mereka hari itu. Dia memutar otaknya guna mencari cara mendapatkan mereka hingga akhirnya tergambar sebuah rencana kreatif dalam benaknya. Mulailah ia memproduksi buah tangan dan menjualnya pada siapa saja yang kira-kira berminat. Dalam setiap karya yang dibuatnya pastilah berdasar atas keindahan baju-baju mereka yang terbaring dalam nyaman di sebuah kelompok. Torehannya, motif-motifnya, garis-garis itu dipenuhi dengan sukacita dan warna pelangi yang membangkitjan hari-harinya untuk lebih semangat mencoba.
Warna-warna itu melebur pada syarafnya dan membawa perasaan-perasaan hangat dan cinta pada kehidupan sulit yang dijalani selama ini. Warna-warna itu memberikan kekuatan tiada tara untuknya agar tak berhenti untuk mencoba, berburu, berpikir, belajar, menikmati juga bersyukur atas apa yang diberikanNYA pada otak mungilnya. Mereka memberi pelajaran kecil berharga yakni sebuah KEBERANIAN.
Keberanian untuk memperjuangkan apa yang akan menjadi hak-nya dengan sebuah atau beberapa usaha keras, meski jalan melintang kanan kiri bahkan tak menentu arah. DAN SESUNGGUHNYA TUHAN TIDAK MENCIPTAKAN MANUSIA YANG MENYELESAIKAN HAL HAL REMEH, bukan?
Setiap akhir minggu dia kembali pada toko yang menjual barang incarannya. Sekedar inspeksi dadakan, siapa tahu tiba-tiba habis dibeli orang. Namun nasibnya sangatlah beruntung arena pada akhir bulan yang dituju, dia berhasil mengumpulkan lebih dari yang diharapkan untuk mendapatkan incarannya.
Terbeli! Betapa wajah itu terlihat sangat puas dengan barang yang ada di depan matanya. Bagaikan mencari jarum pada setumpuk jerami. Bagaikan mendapat berlian di tengah gurun sahara. Matanya berkeling, mulutnya tertarik cukup lebar sehingga membuat senyuman penuh bagi setiap orang yang dilewatinya. Nyata sekali kalau ia benar-benar senang dengan keadaannya saat itu, hingga sampai di pembaringan pun wajahnya se’terang’ langit cerah di siang hari.
Sejak saat itu mereka, sekumpulan kecil pensil warna yang berhasil dibelinya dengan setia menemani nya dalam kehidupan selanjutnya. Warna-warna itu telah mengubah sedikit banyak hidupnya karena ia mempunyai dasar yang kuat.
Suatu waktu ia berkomat-kamit mengenai sesuatu.
“Ssshhht mereka yang kecil ini TUHAN, terima kasih telah mempelihatkannya padaku sehingga perjalanan hidup di kemudian hari akan berwarna pun. Seceria dan setangguh mereka yang telah temaniku selama beberapa tahun belakangan ini. Mudah-mudahan kekuatan untuk lebih sadar dan sabar pada segala sesuatu akan membawa kita semua pada sebuah KEDAMAIAN yang abadi yaaa. Amin”.

Dikutip Dari : Romo Fs